Presiden Joe Biden baru-baru ini menjadi tuan rumah pertemuan puncak mengenai perubahan iklim dengan para pemimpin global dari seluruh dunia. Pertemuan virtual yang diadakan pada Hari Bumi ini bertujuan untuk mengatasi kebutuhan mendesak akan tindakan terhadap perubahan iklim dan memperkuat kerja sama internasional dalam masalah kritis ini.
KTT tersebut mempertemukan para pemimpin dari 40 negara, termasuk Tiongkok, Rusia, India, dan Uni Eropa, serta perwakilan dari organisasi internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Bank Dunia. Para peserta mendiskusikan berbagai topik terkait perubahan iklim, termasuk kebutuhan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, transisi ke sumber energi ramah lingkungan, dan melindungi masyarakat rentan dari dampak perubahan iklim.
Presiden Biden menggunakan pertemuan puncak ini sebagai kesempatan untuk menunjukkan komitmen baru Amerika Serikat terhadap aksi iklim. Dalam pidato pembukaannya, beliau menekankan pentingnya mengambil langkah-langkah yang berani dan ambisius untuk mengatasi perubahan iklim, dan menyebutnya sebagai “momen yang penuh bahaya namun juga momen dengan kemungkinan-kemungkinan yang luar biasa.” Ia juga mengumumkan target baru bagi Amerika Serikat untuk mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 50-52% pada tahun 2030, dibandingkan dengan tingkat emisi pada tahun 2005.
Para pemimpin lain di KTT tersebut juga membuat komitmen untuk memerangi perubahan iklim. Presiden Tiongkok Xi Jinping menegaskan kembali komitmen Tiongkok untuk mencapai puncak emisi karbon sebelum tahun 2030 dan mencapai netralitas karbon pada tahun 2060. Perdana Menteri India Narendra Modi mengumumkan inisiatif baru untuk meningkatkan penggunaan energi terbarukan di India dan mengurangi jejak karbon negara tersebut.
KTT ini juga menyoroti pentingnya kerja sama internasional dalam mengatasi perubahan iklim. Sekretaris Jenderal PBB António Guterres menekankan perlunya semua negara bekerja sama untuk mencapai tujuan Perjanjian Paris dan membatasi pemanasan global hingga 1,5 derajat Celcius. Presiden Bank Dunia David Malpass menekankan peran lembaga keuangan dalam mendukung negara-negara berkembang dalam upaya transisi ke energi ramah lingkungan dan beradaptasi terhadap dampak perubahan iklim.
Secara keseluruhan, pertemuan puncak mengenai perubahan iklim merupakan langkah penting dalam membangun momentum aksi global terhadap isu mendesak ini. Dengan mempertemukan para pemimpin dari seluruh dunia untuk membahas tantangan dan peluang perubahan iklim, Presiden Biden dan peserta lainnya menunjukkan komitmen mereka untuk bekerja sama menciptakan masa depan yang berkelanjutan dan berketahanan bagi semua. Ketika dunia terus bergulat dengan dampak perubahan iklim, jelas bahwa tindakan yang terkoordinasi dan ambisius diperlukan untuk melindungi planet kita demi generasi mendatang.
